indonesia malaysia bersaudara

indonesia malaysia bersaudara
indonesia & malaysia

google Translate

rss feed

Tuesday, 28 February 2012

ALLAH SWT MENGUJI KARENA MANUSIA MAMPU MENGHADAPINYA

\"Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, dan kekurangan harta, hilangnya jiwa, dan sedikitnya buah-buahan ... (Surah al-Baqarah: 155)Berat sungguh beban yang ditanggung oleh jiwa ibarat sebuah truk yang sedang membawa muatan yang melebihi batas yang diizinkan, merangkak-rangkak mendaki bukit. Di jalan yang rata pula bisa dikalahkan oleh kendaraan yang lebih kecil "cc" kecepatannya. Bagaimana berat rasa yang ditanggung oleh jiwa tergantung pada tingkat kemampuan seseorang menyerapnya. Bila seseorang itu gagal menyerap beban dijiwanya akibat tes yang sedang ditimpakan ke atasnya, makan tekanan dijiwanya akan bertambah berat. Semakin lama beban yang ditanggung itu semakin bertambah sehingga jiwanya tidak mampu menanggung lagi beban yang ada. Derita sungguh menanggungnya, ibarat kata pepatah, berat mata memandang, berat lagi bahu yang memikulnya. Mata-mata banyak sekali yang melihatnya. Ada yang simpati, ada yang keheranan, bahkan ada juga yang tidak ambil peduli. Namun, orang yang menanggungnya lebih hebat dari yang melihatnya.Melayan perasan karena tes yang sedang melanda hanya menambah beban yang ada dijiwa. Semakin diperlakukan, semakin hebat dampaknya. Semakin derita rasa dijiwa. Rasa sedih akan menjalar disetiap pelosok jiwanya sehingga dia merasakan dialah yang paling derita dan orang-orang disekelilingnya pasti tidak memahaminya. akhirnya jadilah dia orang yang berputus asa karena ketidakmampuan menanggung derita dijiwanya.Ya Allah, Apa yang diuji oleh-Mu adalah apa yang termampu ditanggung oleh hamba-hamba-Mu.Sekali manusia, Allah tidak akan membebani hamba-Nya melainkan apa yang termampu dihadapi oleh mereka. Sebagaimana firmannya yang artinya:Allah tidak membebani (menguji) seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya .... (Al-Baqarah 286)Bahkan Rasulullah SAW sendiri juga menyebut di dalam haditsnya yang artinya:Satu ketika Nabi saw ditanya "Siapakah orang yang paling berat ujiannya?". Maka beliau menjawab:"Para Nabi, kemudian orang yang seperti mereka sesudahnya, dan orang semacam mereka berikutnya. Seseorang itu akan diuji sesuai dengan tingkat agamanya. Bila orang itu kuat agamanya maka semakin keras ujiannya. Kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan tingkat agamanya. Maka musibah dan ujian itu senantiasa menimpa seorang hamba sampai dia ditinggalkan berjalan di atas muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa. "(Riwayat Imam Tirmizi)Sesungguhnya Allah tidak akan menganiaya hamba-Nya. Setiap yang diuji itu adalah sesuai dengan tingkat kemampuan hamba-Nya. Cuma sebagai hamba, harus berusaha untuk mengatasinya. Jika seseorang itu tidak berusaha untuk mengahadapinya, sudah pasti mereka tidak mampu berhadapan dengan tes yang sedang menimpanya. Sudah pasti jiwanya akan semakin lemah dan akhirnya putus asa semakin mendekatinya. Inilah yang paling ditakuti bakal menimpa seseorang manusia itu. Ya, putus asa!
Berusahalah dan yakinlah Allah akan membantumu.Wahai manusia, yakinlah dengan sepenuhnya bahwa Allah akan membantumu. Berusahalah dan bertawakallah kepadaNya dengan sepenuh jiwa. Pasti pertolongan Allah itu akan datang kepadamu. Tidak ada ketergantungan yang sehebat-hebatnya melainkan meletakkan sepenuh ketergantungan itu kepada Allah semata-mata. Percayalah, makhluk tidak upaya walau sebesar zarah sekalipun untuk membantumu, melainkan Allah-lah yang berwenang menyelesaikan masalah yang sedang dibebani olehmu itu.Setiap yang diuji itu semuanya baik-baik belaka."Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Bila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan saat dia ditimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya. (Imam Muslim)Bila seseorang telah mencapai tingkat ketergantungan dan keyakinan yang sebenar-benarnya kepada Allah, maka segala ujian yang menimpanya itu akan diterima dengan redha dan kesabaran. Jika datang kesedihan dalam hatinya maka bersegeralah dia beristigfar memohon ampunan kepada dan akhirnya hatinya kembali tenang menerima tes yang sedang menimpanya. Pada mereka, setiap tes itu semuanya baik-baik belaka.Kabar gembira saat diujiRasulullah SAW bersabda:"Tidaklah ada suatu musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah akan menghapus dosa dengannya walaupun duri yang menusuk badannya." (Imam al-Bukhari dan Muslim)Allah berfirman:"Sesungguhnya tiap-tiap kesulitan itu ada kemudahan." (Al-Insyirah: 6)

No comments: